Rabu, 20 Juli 2011

Biografi Singkat KH. Muhammad Anis Fu’ad Hasyim Buntet Cirebon

Biografi Singkat KH. Muhammad Anis Fu’ad Hasyim Buntet Cirebon
Kiai Fuad Hasyim adalah pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah Buntet Cirebon. Pemilik nama lengkap Muhammad Anis Fuad ini dilahirkan pada tanggal 26 Juni 1941 di Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon kec. Astanajapura kab. Cirebon dari seorang ibu yang bernama Nyai Karimah dan ayahnya bernama KH. Hasyim. Dari silsilahnya diketahui beliau adalah keturunan ke 18 dari Sunan Gunung Jati, wali penyebar agama Islam di Jawa Barat.
Semenjak kecil kyai Fuad dididik secara ketat dan disiplin dalam tradisi pesantren. Sehingga pada usia 7 tahun beliau sudah menghatamkan Qiro’ah Hafas, dan pada usia 13 tahun beliau telah menghatamkan Qiro’ah Sab’ah dengan sanad yang tersambung pada Rasulullah SAW.
Perjalanan Ilmiah.
Perjalanan ilmiahnya di mulai di tanah kelahirannya Buntet Pesantren, beliau mempelajari berbagai macam disiplin ilmua agama, dari mulai ilmu Nahwu, Shorof sebagai ilmu alat (Gramatikal) sampai ilmu fiqih, tauhid sebagai ilmu terapan. Guru guru beliau semasa belajar di Buntet Pesantren antara lain: KH. Mustahdi Abbas, KH. Chawi, KH. Ahmad Zahid, KH. Arsyad dan kiai kiai lainnya.
Setelah belajar di tanah kelahirannya sendiri, kemudian kiai Fuad melanjutkan belajar ke pesantren Lasem Jawa Tengah, selama di Lasem beliau belajar kepada beberapa orang ulama diantaranya; kH. Ma’shum, KH. Baidlawi, KH. Mansur Kholil, dan KH. Ahmad Syakir. Setelah 13 bulan belajar di pesantren Lasem (1954 sampai 1955), kemudian beliau kembali ke Buntet (1956 sampai 1958), kemudian melanjutkan ke pesantren Ploso Kediri, di Ploso beliau mengkaji ilmu Sastra Arab selama beberapa bulan. Setelah itu beliau memperdalam ilmu ushul fiqih ke pesantren Lirboyo Kediri, dan terakhir beliau belajar ke pesantren Bendo Pare Kediri selama 4 bulan untuk memperdalam ilmu tashawuf (1958 sampai 1959).
Setelah belajar di berbagai pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur kemudian beliau kembali ke Buntet Pesantren untuk mengamalkan ilmunya dan kembali belajar. Sistem belajar yang beliau terapkan belajar secara otodidak dengan cara membeli kitab kitab dan mengumpulkan bacaan yang bermanfaat, banyaknya kitab kitab yang beliau milki sekitar 1956 an.
Kiai Fuad belum puas menuntut ilmu samapi disitu, disela sela kesibukannya dalam menunaikan ibadah haji pada tahun 1977, beliau kemudian menyempatkan diri belajar kepada para ulama yang ada di Mekah, seperti Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas al Maliki al Hasani, dan Syaikh Yusuf bin Isa al Fadani, di tanah suci beliau belajar ilmu Hadits dan Tafsir.
Aktifitasnya.
Selama belajar di pesanten Bendo Pare Kediri kiai Fuad pernah menduduki jabatan ketua umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) cabang istimewa Pare pada tahun 1958.  Kemudian pada tahun 1959 kiai Fuad aktif di NU sebagai mubaligh.
Setelah mondok di beberapa pesantren, beliau kembali ke Buntet untuk mengajar dan menjadi seorang da’i. Selama hidupnya kiai Fuad sangat konsisten berjuang  menegakan agama Islam. Selain mengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah Buntet Cirebon, hamper setiap harinya beliau melakukan dakwah keliling dari panggung kepanggung hingga akhir hayatnya.
Kiai Fuad dikenal sebagai seorang orator yang menggunakan hari harinya untuk berceramah tentang agama Islam di berbagai wilayah, tidak hanya di Cirebon dan sekitarnya, melaikan juga di berbagai wilayah Indonesia. Tidak hanya itu, kiai Fuad bahkan melakukan ceramah ceramah keagamaan dalam rangka melakukan tugas dakwah ke berbagai Negara di luar negeri, seperti ke Singapura, Malaysia, India, Australia, Amerika, Belanda, Prancis, Jerman, dan beberapa Negara Negara Eropa lainnya.
Dalam perjalanannya ke manca Negara tersebut, beliau membawa oleh oleh berharga bagi NU, yaitu dibukanya cabang cabang NU di beberapa Negara. Kiai Fuad juga dikenal sebagai salah seorang kiai Diplomat Khittah karena perjuangannya dalam menegakan NU kembali ke Khittah 1926.
Selain dikenal sebagai orator, kiai Fuad juga dikenal sebagai seniman pencipta lagu, tentu lagu lagu yang diciptakannya adalah lagu lagu religius, misalny Ramadhan Suci dan lagu syair berbahasa Arab tentang Nahdlatul Ulama. Kiai Fuad juga seorang penulis buku seperti Butir Butir Hikmah sufi, Jilid 1,2,3, dan Para Sahabat. Buku buku karya beliau diterbitkan oleh Pustaka Pesantren Yogyakarta.
Sejak muktamar NU di Krapyak Yogyakarta tahun 1989, beliau dipercaya menjadi Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, hingga beliau wafat tahun 2004.
Eltaj, dari berbagai sumber.
Alumni Pondok Pesantren Nadwatul Ummah, Buntet Pesantren Cirebon 2003/2004.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar